Cari Blog Ini

Jumat, 09 Januari 2015

Wafarnya Abu Hasan r.a

   Tujuh belas Ramadan pun tiba. Ketiga orang itu (Ibn Muljam, Wirdan dan Syabib) bersiap siap dengan pedang terikat di pinggangnya.
   Tak tersirat oleh Ali r.a bahwa saat yang dinantikan nya itu telah tiba. seperti biasa, ia keluar rumah untuk shalat dan membangunkan orang lain.
   Namun, belum Ali melangkah jauh dari rumahnya, Syabib menebaskan pedang sehingga ia terjatuh. Ibn Muljam menyusul menebaskan pedangnya sehingga darah Ali mengucur ke janggutnya.
   Ibn muljam berteriak, "Tidak ada hukum kecuali hukum Allah, bukan mililmu dan milik sahabatmu."
   Ali pun berseru "Kalian akan mendapatkan Hukum Allah."
   Wirdan langsung lari. Namun Seseorang dapat menangkapnya dan membunuhnya. Orang orang pun menemui Al Hasan dan menceritakan apa yg terjadi kepada Ali. Ibn Muljam digiring kehadapan Ummu Kaltsum, menjerit sambil menangis.
   "Hai musuh Allah, Ayahku tidak apa - apa, sedangkan kau akan mendapat murka Allah."
   Ibn Muljam berkata "Jadi, untuk siapa kau menangis? aku telah meracuni pedang ku dengan racun yg mematikan. Andaikan pedang itu di tebaskan kepada seluruh penduduk mesir tidak akan ada satupun yg selamat."
   Setelah itu tidak ada lagi yg bisa di ucapkan sekain kalimat La ilaha illallah hingga malaikat mau pun menjemputnya pada tanggal 21 Ramadhan.

Celakalah, Wahai kedua mata
yang tidak menangisi kepergian Amirul Mu'minin
Lihatlah,
Mata para penduduk Syiria tak mengeluarkan setetespun air mata
Dibulan Haram ini kalian mengagetkan kami
Orang terbaik diantara kami telah Pergi.

Rahimahullah Ali bin Abi Thalib k. w
Sumber : Biografi Khalifah Rasulullah

Jum'at, Zulhijah, 35 H

   Utsman sedang membaca Al Quran ketika beberapa orang merangsek ke dalam kamarnya. Tiba - tiba saja seorang dari mereka meloncat ke hadapan Utsman dan berteriak, "Antara aku dan engkau ada kitabullah." sambil menebaskan pedang dan Utsman menangkis sabetan itu sehingga tangannya terputus.
   Dan darah itu mengucur sehingga membasahi Mushaf yg ada di hadapannya. Amr ibn al - Hamq lompat ke tubuh Utsman dan menduduki dadanya, dan menghujamkan senjatanya 7x. Ia berkata, "Satu kali Untuk Allah dan keenamnya adalah dendam yg bergejolak di dalam dadaku."
   Utsman pun tersenyum kini rasa rindu kepada Rasulullah akan segera terobati. Pagi ini, ia merasa bahwaharapan untuk bertemu dengan Rasulullah pun menjadi nyata, Karena ia bermimpi, Rasulullah bersabda, "Malam ini makanlah bersama kami, Utsman." Dan keesokan harinya ketika pemberontak mengepung rumahnya ia tertidur. ia pun bermimpi, Rasulullah bersabda "Kau akan shalat Jum'at bersama kami."
   Saat mau menjemput, ia sedang dalam keadaan berpuasa dan telah membebaskan 20 orang budak. Bahkan, ia pun meminta pakaian yg panjang. Khawatir Auratnya tersingkap oleh para durjana.
    Itulah hari terakhir Utsman. Para perawi menuturkan bahawa hari itu adalah hari Jum'at. Itulah hari Jum'at kelabu dalam sejarah islam. inilah awal petaka kehancuran keutuhan dan kesatuan umat islam. Sang Dzurunain (Pemilik dua Cahaya) dibunuh karena tidak di sukai oleh sebagian goolongan

Rahimahullah Utsman Bin Affan
Sumber : Biografi Khalifah Rasulullah

Wafatnya Sang Khalifah

   Adzan Subuh telah terdengar di bumi Madinah. Umar pun sang Khalifah langsung bergegas ke Masjid Madinah dan sang khalifah tanpak Arif dan bersahaja.
   Dimasjid sudah ramai para jamaah.Khalifah pun mendirikan shalat sunat Fajar. Sesaat setelah muadzin beriqomah, Umar pun maju ke tempat imam.
   "Luruskan shafnya." Ujar Umar
   Setelah shaf lurus Umarpun Membalikan badan menghadap kiblat. Waktu bergulir sejenak. Tetapi yg diucapkan Umar bukan Takbir Tetapi lain.
   "Seorang Anjing telah menikam ku." Ucap Umar. Jasad Umar pun ambruk seketika. Darah pun membasahi Jubahnya.
   Umar yg tengah terkapar itu pun menarik Abdurrahman ibn Auf untuk menjadi Imam. Suasana di dalam masjid dipenuhi dengan Kecemasan. Abdurrahman Ibn Auf pun mengimami shalat dengan cepat.
   Setelah Shalat pun Umar bertanya.
   "Wahai Putra Abbas, Siapakah yg membunuhku?" Kata Umar
   "Budak Mughirah" jawab Ibnu Abbas
   "Apakah dia Al - Shun' (Abu Lu'luah Fairuz)?" Tanyanya lagi
   "Ya" jawab Ibnu Abbas
   "Aku telah memerintahkan kebaikan untuknya. Alhamdulullah segala puji bagi Allah SWT yg tidak menjadikanpembunuhku Orang Islam." Ujar Umar
   Umar berkata kembali "Seandainya aku memiliki Emas sepenuh bumi ini, sungguh akan kupergunakan untuk menebus diriku dari malapetaka hari Kiamat. Adapun perkara ke-Khalifahan, Aku serahkan kepada :
  1. Utsman bin Affan
  2. Ali ibn Abi Thalib
  3. Thalhah bin Ubaidillah
  4. Abdurrahman bin Auf
  5. Zubair bin Awwam
  6. Saad bin Abi Waqqash
   Pagi terus beranjak, Matahari mulai terbit. Sementara Nafas Sang Khalifah perlahan terhenti. Dan pada Ahad pagi. Awal bulan Muharrom Tahun 24 Hijriyyah (644 M), Khalifah Umar menghembuskan nafas terakhir. Semua pun merasa kehilangan sang Khalifah TEgas, Adil dan Bijaksana

Rahimahullah "Umar bin Khattab"
 Sumber : Biografi Khalifah Rasulullah

Rabu, 07 Januari 2015

Cerita singkat Tentang Nabi Muhammad SAW



Nabi Muhammad SAW. Merupakan Nabi terakhir yang diutus ke muka bumi.
Masa Kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Nabi Muhammad SAW. Lahir dari kandungan ibu Aminah dan berayahkan Abdullah pada hari Senin 12 Rabi’ul Awwal Tahun Gajah dan bertepatan pada 22 April 571 M. dalam keadaan yatim. Pada kelahiran nabi Muhammad SAW. Terjadi peristiwa dimana tentara Abraham akan menghancurkan Kabah yg kemudian gagal karena Allah SWT. Mengutus Burung Ababil untuk membawa Krikil Sijjil dengan paruhnya, yg dilemparkan kepada tentara gajah tersebut hingga tembus ke dalam sampai Mati. Peristiwa itu diabadikan dalam Al – Quran Surat Al – Fiil ayat 1 – 5.
Kebiasaan Masyarakat Jahiliyyah
Contoh kebiasaan Jahiliyyah : Mabuk, berjudi, Maksiat, Merendahkan derajat Wanita.
Masa kanak – kanak Nabi Muhammad SAW. Hingga masa kerasulan
Nabi Muhammad SAW. Disusui oleh ibunya hanya beberapa hari, oleh Tsuaibah 3 Hari, dan dilanjutkan oleh Halimah Sa’diyah. Keistimewaan Nabi Muhammad SAW. : umur 5 bulan sudah dapat berjalan, 2 th sudah menggembala Kambing, 6 tahun Nabi Muhammad ditinggal oleh ibunya Aminah, oleh karena itu Nabi tinggal di Kakeknya Abdul Mutholib. Usia 8 th 2 bln 10 hr Abdul Mutholib wafat, kemudian diasuh oleh Abu Tholib (Paman). Usia 12 th nabi diajak berdagang ke Syam, usia 25 th nabi berjualan dagangan milik Siti Khodijah ke Syam. Nabi menikah dengan Khodijah yg berumur 40 th dan Nabi berumur 25 th dengan mas kawin 20 ekor Unta muda. Yang dianugrahi 6 putra putri : Qasim, Abdullah, Zainab, Ruqayyah, Ummu Kulsum dan Fatimah.
Masa Kerasulan Nabi Muhammad SAW.
Pada usia 35 th ada peristiwa yaitu Makkah dilanda banjir besar hingga meluap ke Baitul Haram yang kemudian Kakbah diperbaiki oleh arsitek yg bernama Baqum (orang Romawi). Usia 40 th nabi diangkat menjadi Rasul. Beliau menerima wahyu yang pertama kalinya di Gua Hira dengan perantara malaikat Jibril yaitu QS. Al Alaq ayat 1 sampai 5.
Rasulullah berdakwah
Dalam keadaan menggigil dan ketakutan Nabi menerima Wahyu yg kedua : QS. Al Muddasir ayat 1 – 7.
Menyiarkan agam islam dengan sembunyi sembunyi
Beliau berdakwah secara sembunyi sembunyi dengan mengajak keluarganya dan sahabat sahabtnya untuk masuk islam. Orang orang yg pertama masuk islam :
v  Siti Khadijah (Istri Nabi SAW)
v  Ali bin Abi Thalib (Paman Nabi SAW)
v  Zaid bin Haritsah (Anak Angkat NAbi SAW)
v  Abu Bakar As Siddiq (Sahabat dekat Nabi SAW)
Orang orang yg masuk islam perantara Abu Bakar As Siddiq :
  • Utsman bin Affan                                               
  • Zubair bin Awwam  
  • Sa’ad bin Abi Waqqash                                   
  • Abdurrahman bin Auf      
  • Thalhah bin Ubaidillah                                       
  • Arqam bin Abil Arqam       
  • Fathimah binti Khattab                                   
  • Abu Ubaidillah bin Al Jarrah
Dan mereka yg namanya di Atas semua disebut Assabiqun Al Awalun.
Menyiarkan Agama Islam secara terang terangan
Dakwah secara terang terangan di perintahkan oleh Allah SWT melalui turunnya surat Al Hijr : 94. Agama Islam meluas ke Habasyah (Etophia), Thaif dan Yastrib (Madinah). Pada tahun 10 Kerasulan pada saat “Ammul Khuzni” yaitu tahun duka cita dengan wafatnya Abu Thalib dan Siti Khadijah. Dan terjadi peristiwa Isra Mi’raj dengan perintah shalat 5 Waktu.
Sifat sifat Rasulullah SAW. 
  •  Siddiq (Jujur)                                  
  • Amanah (Dipercaya)
  • Tabligh (Menyampaikan)                  
  • Fathonah (Cerdas)
Haji Wada RasulullahSAW
Pada Tahun 10 H, nabi Muhammad SAW melaksanakan Haji Terakhirnya (Haji Wada) dengan 100.000 jamaah yg ikut serta.
Nabi Muhammad SAW rahmatan lil ‘Alamin
Nabi Muhammad SAW diutus untuk memberikan bimbingan kepada manusia agar menjalani hidup yg benar sehingga dapat memperoleh kebahagiaan dunia dan Akhirat.
Misi Misi Nabi Muhammad SAW
v  Menyiarkan Agama Islam
v  Menyampaikan Wahyu Allah SWT
v  Menyampaikan Kabar gembira dan peringatan kepada umat Manusia
v  Menyempurnakan Akhlaq yaitu Akhlaq Qurani
Adab Rasulullah SAW saat Makan dan minum
v  Berupaya untuk mencari makanan yg Halal
v  Hendaklah mencuci tangan sebelum Makan
v  Hendaklah memulai makan dan minum dengan membaca Bismillah dan diakhiri dengan Hamdallah
Adab Rasulullah SAW saat sebelum tidur dan bangun tidur
v  Berintrospeksi diri / Muhasabah sesaat sebelum tidur
v  Tidur dini
v  Disunahkan berwudlu sebelum tidur
Adab Rasulullah SAW saat berpakaian dan berhias
v  Memakai pakaian bersih dan bagus
v  Pakaian harus menutup aurat
v  Pakaian laki laki tidak boleh menyerupai pakaian perempuan atau sebaliknya
Keutamaan Shalawat Nabi
Makna Shalawat dari Allah SWT kepada Hambanya : Limpahan rahmat, pengampunan, pujian, kemuliaan dan keberkatan dari-Nya.
Hukum bershalawat Wajib Apabila :
v  Membaca Tasyahud (Tahiyat)
v  Setiap menyebut, menulis, mendengar nama Rasulullah SAW
Arahan Membaca Shalawat
Allah Memulai shalawat keatas Nabi diikuti Malaikat kemudian dianjurkan kepada muslimin mengamalkannya.
Kelebihan Shalawat
v  Apabila mengucapkan shalawat kepadaku 1x maka Allah akan bershalawat bagi-Nya 10x
v  Digugurkan 10 kesalahannya (Dosa) nya
v  Ditinggikan drajatnya
Shalawat paling Afdhol (Utama)
Yaitu Shalawat yg dibaca selepas Tasyahud Akhir setiap shalat.
Waktu utama Bershalawat
v  Ketika mendengar orang menyebut nama Nabi SAW
v  Selesai berwudhu sebelum membaca do’a
v  Diakhiri Qunut dalam shalat
Hikmah dan Fadhillah memperingati kelahiraan Nabi SAW
Hikmah :
v  Mendorong orang untuk membaca shalawat
v  Ungkapan kegembiraan dan kesenangan dengan beliau
v  Menengahkan kembali kecintaan kepada Rasulullah SAW
Fadilah :
v  Akan mendapatkan pahala bagi orang yang mengadakan dan menghadirinya
v  Akan diberikan syafaat pada hari Akhir
v  Barang siapa yg memberikan infak 1 dirham untuk mesmperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW maka akan menjadi temanku masuk Surga
Dalil dalil bolehnya memperingati Maulid Nabi
v  Kitab Madarij As – Suhud Syarah Al – Barzanji hal. 15 :
Rasulullah Bersabda : “Barang siapa yg menghormati hari lahirku tentu aku akan memberikan syafaat kepadanya di hari akhir.”
v  Dalil dalam Madarid As -  Suhud Hal 16
Umar Mengatakan : “Siapa yg menghormati hari lahir Rasulullah sama artinya menghidupkan islam”

Jumat, 02 Januari 2015

Orang Yahudi yg mencari keadilan Umar Bin Khattab

Sejak menjabat gubernur, Amr bin Ash tidak lagi pergi ke medan tempur. Dia lebih sering tinggal di istana. Di depan istananya yang mewah itu ada sebidang tanah yang luas dan sebuah gubuk reyot milik seorang Yahudi tua.
“Alangkah indahnya bila di atas tanah itu berdiri sebuah mesjid,” gumam sang gubernur.
Singkat kata, Yahudi tua itu pun dipanggil menghadap sang gubernur untuk bernegosiasi. Amr bin Ash sangat kesal karena si kakek itu menolak untuk menjual tanah dan gubuknya meskipun telah ditawar lima belas kali lipat dari harga pasaran.
“Baiklah bila itu keputusanmu. Saya harap Anda tidak menyesal!” ancam sang gubernur.
Sepeninggal Yahudi tua itu, Amr bin Ash memerintahkan bawahannya untuk menyiapkan surat pembongkaran. Sementara si kakek tidak bisa berbuat apa-apa selain menangis. Dalam keputusannya terbetiklah niat untuk mengadukan kesewenang- wenangan gubernur Mesir itu pada Khalifah Umar bin Khattab.
“Ada perlu apa kakek, jauh-jauh dari Mesir datang ke sini?” tanya Umar bin Khattab. Setelah mengatur detak jantungnya karena berhadapan dengan seorang khalifah yang tinggi besar dan full wibawa, si kakek itu mengadukan kasusnya. Padahal penampilan khalifah Umar amat sederhana untuk ukuran pemimpin yang memiliki kekuasaan begitu luas. Dia ceritakan pula bagaimana perjuangannya untuk memiliki rumah itu.
Merah padam wajah Umar begitu mendengar penuturan orang tua itu.
“Masya Allah, kurang ajar sekali Amr!” kecam Umar.
“Sungguh Tuan, saya tidak mengada-ada,” si kakek itu semakin gemetar dan kebingungan. Dan ia semakin bingung ketika Umar memintanya mengambil sepotong tulang, lalu menggores tulang itu dengan pedangnya.
“Berikan tulang ini pada gubernurku, saudara Amr bin Ash di Mesir,” kata sang Khalifah, Al Faruq, Umar bin Khattab.
Si Yahudi itu semakin kebingungan, “Tuan, apakah Tuan tidak sedang mempermainkan saya!” ujar Yahudi itu pelan.
Dia cemas dan mulai berpikir yang tidak-tidak.Jangan-jangan khalifah dan gubernur setali tiga uang, pikirnya. Di manapun, mereka yang mayoritas dan memegang kendali pasti akan menindas kelompok minoritas, begitu pikir si kakek. Bisa jadi dirinya malah akan ditangkap dan dituduh subversif.
Yahudi itu semakin tidak mengerti ketika bertemu kembali dengan Gubernur Amr bin Ash. “Bongkar masjid itu!” teriak Amr bin Ash gemetar. Wajahnya pucat dilanda ketakutan yang amat sangat. Yahudi itu berlari keluar menuju gubuk reyotnya untuk membuktikan sesungguhan perintah gubernur. Benar saja, sejumlah orang sudah bersiap-siap menghancurkan masjid megah yang sudah hampir jadi itu.
“Tunggu!” teriak sang kakek. “Maaf, Tuan Gubernur, tolong jelaskan perkara pelik ini. Berasal dari apakah tulang itu? Apa keistimewaan tulang itu sampai-sampai Tuan berani memutuskan untuk membongkar begitu saja bangunan yang amat mahal ini. Sungguh saya tidak mengerti!” Amr bin Ash memegang pundak si kakek, “Wahai kakek, tulang itu hanyalah tulang biasa, baunya pun busuk.”
“Tapi…..” sela si kakek.
“Karena berisi perintah khalifah, tulang itu menjadi sangat berarti.
Ketahuilah, tulang nan busuk itu adalah peringatan bahwa berapa pun tingginya kekuasaan seseorang, ia akan menjadi tulang yang busuk. Sedangkah huruf alif yang digores, itu artinya kita harus adil baik ke atas maupun ke bawah. Lurus seperti huruf alif. Dan bila saya tidak mampu menegakkan keadilan, khalifah tidak segan-segan memenggal kepala saya!” jelas sang gubernur.
“Sungguh agung ajaran agama Tuan. Sungguh, saya rela menyerahkan tanah dan gubuk itu. Dan bimbinglah saya dalam memahami ajaran Islam!” tutur si kakek itu dengan mata berkaca-kaca.

Pengemis Buta dan Kemuliaan Rasulullah S.A.W

Banyak kita temui di dunia maya/internet kisah tentang “Rasulullah Dan Seorang Pengemis Yahudi Buta”, bahkan kisah itu sudah sangat masyur karena telah dipublikasikan oleh salah satu situs media dakwah Islam sejak tahun 2010, bahkan saya lihat ada salah satu blog yang sudah memposting sejak tahun 2008. Terlebih lagi saya dengar dari teman bahwa kisah ini pernah dibawakan oleh salah satu Ustadz di acara di sebuah stasiun TV swasta nasional.
Apakah kisah ini benar adanya? apakah hadits yang menjadi rujukan kisah ini ada?
Ternyata setelah dicari-cari kami TIDAK menemukan kisah itu didalam salah satu kitab hadits para Imam dan ulama ahli hadits yang bisa dipercaya, alias kisah itu adalah cerita fiksi yang bersumber dari hadits PALSU. (hadits=berita tentang ucapan dan perbuatan Rasulullah SAW)
Memang sepintas hadits ini berisikan tentang kemuliaan akhlak Rasulullah Muhammad SAW, tetapi ada misi tertentu yang mungkin sengaja ingin disebarkan oleh si pengarang hadits/kisah itu. Yang kami tangkap salah satu misinya adalah agar kita lebih bisa bertoleransi atau bermesra-mesra kepada ummat non-muslim khususnya yahud.
Untuk lebih jelasnya kami akan ungkapkan kepalsuaan kisah/hadits tersebut.
Kecacatannya :
1.      Kisah tersebut tidak jelas Sanad-nya, sumbernya tidak ada, perawi tidak ada, derajat hadits-nya juga tidak jelas, dan tidak akan kita temukan di kitab-kitab para ahli hadits.
2.      Tertulis di kisah itu bahwa kejadian itu terjadi di Madinah pada masa akhir kehidupan Rasulullah SAW, padahal kita ketahui bahwa masa itu Madinah telah lama dikuasai oleh Umat Muslim, dan Rasulullah SAW sebagai pimpinannya. Jadi tidak mungkin seorang Yahudi secara terang-terangan menghina Rasulllah SAW di depan orang banyak/pasar.
3.      Matannya bertentangan dengan firman Allah SWT  di Al-Qur’an Surat Al-Fath 29: “Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka, kamu lihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridaan-Nya, . . .” (QS. Al-Fath: 29)
4.      Matannya bertentangan dengan firman Allah SWT  di Al-Qur’an Surat Al-Maidah 54: “Hai orang-orang yang beriman, barang siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela.” (QS. Al-Maidah: 54)
5.      Matannya bertentangan dengan hadits yg lebih kuat tentang Ka’ab bi Asyraf, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Siapa yang bersedia membunuh Ka’ab al-Asyraf untuk saya.”Muhammad bin Maslamah saudara Bani Abdul al-Asyhal berkata, “Saya bersedia melakukannya untuk anda ya Rasulullah. Saya akan membunuhnya.” Beliau berkata, “Lakukanlah jika engkau mampu.” Ia berkata, “Ya Rasulullah, kita mesti mengatakan.” Beliau berkata, “Katakanlah oleh kalian, ‘Apa yang tampak bagi kalian, kalian bebas dalam hal itu.’ (Ket : Dikeluarkan al-Bukhari hadits no.2510, 3031, 3032. dalam kitab ringkasannya hadis no.4037. Muslim hadits no.1801 dari hadits Jabir bin Abdullah radhiallahu ‘anhu. Barangsiapa yang ingin mengetahui lebih jauh tentang kisah Ka’ab bin al-Asyraf dapat merujuk kitab “Al-Bidayah wa al-Nihayah karya Ibnu katsir, jilid IV/6-10. Fathul Bari (V/169), (VI/184-185) dan (VII/ 390-395). Syarah Muslim an-Nawai (XII/403) dan kitab rujukan lainnya.
6.      Matannya bertentangan dengan hadits yg lebih kuat yang Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas, beliau menuturkan, pernah ada seorang lelaki buta memiliki seorang budak wanita, dan budak ini mengandung anaknya. Ia sering sekali mencaci Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan mencelanya. Lelaki tadi melarangnya, namun wanita tersebut tidak mau berhenti; dan dia mencegahnya, namun budak wanita tadi tidak bisa dicegah. Kemudian pada suatu malam wanita tadi mencela Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan mencacinya. Maka si lelaki tadi mengambil Mighwal (pedang tipis) dan meletakkannya di atas perut wanita tadi, lalu menindihnya sehingga dia terbunuh. Tapi bersamaan dengan kematiannya, bayi yang ia kandung keluar dari kedua selangkangan kakinya. Farji perempuan itu penuh dengan darah. Esoknya, kejadian itu disampaikan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Lalu beliau mengumpulkan para sahabatnya dan bersabda, “Aku bersumpah kepada Allah untuk mencari lelaki yang telah melakukan apa yang dilakukannya, dan aku berkewajiban untuk menghukumnya, kecuali jika dia memberikan hujjah.” Kemudian seorang lelaki buta datang dan berjalan melewati orang-orang dengan badan gemetar sehingga ia duduk di hadapan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Sejenak dia berkata, “Ya Rasulullah, aku-lah pemilik budak itu. Dia selalu mencaci dan mencelamu. Telah kularang dia, tapi tetap saja dia tidak mau berhenti. Dan telah kucegah dia, tapi dia tidak dapat dicegah. Aku memiliki dua orang anak dari hubunganku dengannya seperti dau buah permata, dan dia pun sangat sayang padaku. Namun semalam, dia kembali mencaci dan mencelamu. Lalu kuambil pedang dan kuletakkan di atas perutnya. Kemudian kutindih dia sehingga dia mati terbunuh.” Mendengar kesaksiannya, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda; “Saksikanlah oleh kalian semua bahwa darahnya tumpah sia-sia.” (HR. An-Nasa’i dan Abu Dawud)
7.      Matannya bertentangan dengan hadits yg lebih kuat: Ibnu ‘Abbas berkata, “Seorang wanita dari kabilah Khathamah, bernama Asma’ binti Marwan, mengejek nabi shallallahu ‘alaihi wasallam  melalui syairnya. Mendengar ejekan tadi, Nabi berkata kepada para sahabatnya,“Siapa yang siap menyelesaikan urusan wanita itu untukku?” Seorang lelaki bernama Umair bin Adi bin Al-Khatami berdiri, “saya” Lalu ia pergi mencari wanita tadi dan lalu membunuhnya. Setelah menyelesaikan tugasnya, dia langsung kembali dan melaporkan kepada Rasulullahshallallahu ‘alaihi wasallam. Beliaupun kemudia bersabda, “Kambing betina sudah tidak bisa lagi menanduk.” Umair lalu menuturkan, “Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berpaling kepada para sahabat yang ada di sekelilingnya, dan kemudian berkata, “Apabila kalian ingin melihat seorang lelaki yang menolong Allah dan Rasul-Nya secara diam-diam dan tidak diketahui orang, maka lihatlah kepada Umair bin Adi.” (Disebutkan oleh Ibnu Taimiyyah dalam Ash-Sharim Al-Maslul, hlm. 95)
8.      Selain itu artikel itu di akhir cerita menceritakan bahwa Abu Abu Bakar Ash-shidiq berbohong, apakah bisa dipercaya orang se-level Abu Bakar Ash-shidiq r.a berbohong? lihat penggalan kisah itu: Abubakar menjawab, “Aku orang yang biasa.” “Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku,” bantah si pengemis buta itu dengan ketus “Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut setelah itu ia berikan padaku.” Abubakar tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, “Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya. Orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah saw.”
Demikian penjelasan singkat ana, Wallahu’alam bishawab
Wassalamu’alaikum Wr Wb

Sumber : Pengemis Buta dan kemuliaan Akhlaq Rasulullah S. A. W

Perang Al Ahzab atau Khandaq [Syurga di bawah bayang bayang Pedang]

http://daulahislam.com/wp-content/uploads/2013/09/perang-khandaq.jpg
Al-Bara’ r.a. berkata: Aku telah melihat Nabi saw. ketika perang Khandaq memindahkan tanah sehingga debu tanah itu telah menutupi putih rambutnya sambil bersabda: “Lau laa anta mah tadainaa wa laa tashad daqnaa walaa shallainaa fa anzilan sakinatan alainaa wa tsabbitil aqdaama in laa qainaa innal ula qad baghau alainaa idza araa du fitnatan abainaa.“ ;
Andaikan tidak karena petunjuk hidayat-Mu kami takkan dapat petunjuk, tidak akan shadaqah dan shalat. Karena itu turunkan ketenangan kepada kami, dan teguhkan tapak kami jika berhadapan dengan musuh. Sesungguhnya orang-orang yang berlaku zalim/aniaya jika mereka akan menggelincirkan kami, kami tolak. (Bukhari, Muslim).
Ikhwan fillah, hari ini, sekali lagi untuk kesekian ribu kalinya, kita saksikan kebiadaban Israel laknatullah. Suasana pengepungan Gaza, barangkali boleh diasosiasikan dengan pengepungan madinah saat perang Ahzab atau lebih dikenal dengan perang Khandaq.
Saudaraku, walaupun tidak sama persis sesungguhnya apa yang dialami oleh rakyat Gaza dewasa ini mirip dengan kondisi para sahabat saat perang Ahzab. Bangsa Palestina Gaza di bawah kepemimpinan Hamas menghadapi pengepungan pasukan Yahudi Zionis Israel. Selama berbulan-bulan Muslimin Gaza telah dipenjara dengan diberlakukannya blokade atas segenap perbatasan wilayah mereka.
Dalam keadaan seperti ini kita teringat sabda Nabi kepada para sahabat ketika menghadapi kepungan Musyrikin dalam perang Ahzab. Beliau bersabda sebagai berikut:
“Demi Allah yang nyawaku berada di tangan-Nya, Allah pasti akan mengeluarkan kalian dari kesulitan yang sedang kalian hadapi. Aku berharap dapat melakukan tawaf dengan aman di sekitar Baitullah (Ka’bah) dan Allah akan menyerahkan kunci-kuncinya kepadaku. Allah pasti akan membinasakan Kisra dan Kaisar, dan harta karun mereka akan kita belanjakan di jalan Allah.” (HR Baihaqy 1292)
Saudaraku, sungguh hati kita menjadi pilu karena hanya bisa menonton lewat layar kaca penderitaan yang dilalui saudara-saudara kita di Gaza. Malam demi malam mereka lalui dengan mencekam karena bertalu-talunya suara dentuman mortir dan rudal Israel. Sebagai pengamat dari kejauhan sungguh tidak banyak yang bisa kita lakukan.
Tetapi satu hal yang pasti sebagai sesama orang beriman kita senantiasa optimis bahwa Allah akan menolong saudara-saudara kita orang-orang beriman dan para Mujahidin Gaza. Maka marilah mulai malam ini kita sampaikan doa untuk mereka. Marilah kita bacakan doa yang Nabi baca ketika kepungan pasukan Ahzab sudah sedemikian rupa menimbulkan ketegangan di dalam barisan kaum Muslimin. Inilah doa beliau sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Imam Bukhary :
“Sesungguhnya Rasulullah pada sebagian harinya ketika berhadapan dengan musuh menunggu terbenamnya matahari. Kemudian beliau tampil di hadapan para sahabat dan bersabda: ”Wahai manusia, janganlah kalian berangan-angan ingin segera berjumpa dengan musush. Mohonlah kepada Allah keselamatan. Dan bila kalian berhadapan dengan musuh, maka bersabarlah. Dan ketahulaih bahwa surga berada di bawah bayang-bayang pedang.” Kemudian Nabi berdiri dan berdoa: ”Allahumma munzilal-kitab wa mujriyas-sahab wa hazimal-ahzab, ahzimhum wanshurnaa ’alaihim” (Ya Allah, yang menurunkan Kitab, menggerakkan awan dan menghancurkan pasukan bersekutu, hancurkanlah mereka dan tolonglah kami mengalahkan mereka.” (HR Muslim 3276)
Nabi berdoa pada saat perang Ahzab menghadapi (kepungan) Musyrikin: “Allahumma munzilal-Kitab, sari’al hisab. Allahummahzim Al-Ahzab, Allahummahzimhum wa zalzilhum.” (Ya Allah, yang menurunkan Kitab, cepat perhitungannya. Ya Allah hancurkanlah pasukan bersekutu. Ya Allah, hancurkanlah mereka dan porak-porandakanlah mereka).