Cari Blog Ini

Sabtu, 21 September 2013

Umar Bin Khaththab r.a [Tegas dan adil]

     Umar dilahirkan di kota Makkah dari suku Bani Adi, salah satu rumpun suku Quraisy, suku terbesar di kota Mekkah saat itu. Ayahnya bernama Khattab bin Nufail Al Shimh Al Quraisyi dan ibunya Hantamah binti Hasyim, dari marga Bani Makhzum. Umar memiliki julukan yang diberikan oleh Nabi Muhammad S.A.W. yaitu Al-Faruk yang berarti orang yang bisa memisahkan antara kebenaran dan kebatilan.
     Keluarga Umar tergolong dalam keluarga kelas menengah, ia bisa membaca dan menulis, yang pada masa itu merupakan sesuatu yang langka. Umar juga dikenal karena fisiknya yang kuat dimana ia menjadi juara gulat di Mekkah.
     Ketika Nabi Muhammad S.A.W. menyebarkan Islam secara terbuka di Mekkah, Umar bereaksi sangat antipati terhadapnya, beberapa catatan mengatakan bahwa kaum Muslim saat itu mengakui bahwa Umar adalah lawan yang paling mereka perhitungkan, hal ini dikarenakan Umar yang memang sudah mempunyai reputasi yang sangat baik sebagai ahli strategi perang dan seorang prajurit yang sangat tangguh pada setiap peperangan yang ia lalui. Umar juga dicatat sebagai orang yang paling banyak dan paling sering menggunakan kekuatannya untuk menyiksa pengikut Nabi Muhammad S.A.W.
      Pada puncak kebenciannya terhadap ajaran Nabi Muhammad S.A.W., Umar memutuskan untuk mencoba membunuh Nabi Muhammad S.A.W., namun saat dalam perjalanannya ia bertemu dengan salah seorang pengikut Nabi Muhammad S.A.W. bernama Nu'aim bin Abdullah yang kemudian memberinya kabar bahwa saudara perempuan Umar telah memeluk Islam, ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad S.A.W. yang ingin dibunuhnya saat itu. Karena berita itu, Umar terkejut dan pulang ke rumahnya dengan dengan maksud untuk menghukum adiknya, diriwayatkan bahwa Umar menjumpai saudarinya itu sedang membaca Al Quran Surat Thoha ayat 1-8, ia semakin marah akan hal tersebut dan memukul saudarinya. Ketika melihat saudarinya berdarah oleh pukulannya ia menjadi iba, dan kemudian meminta agar bacaan tersebut dapat ia lihat, ia diminta bersuci dan mandi untuk memegang Lembaran itu. Diriwayatkan Umar menjadi terguncang oleh apa yang ia baca tersebut, beberapa waktu setelah kejadian itu Umar menyatakan memeluk Islam, tentu saja hal yang selama ini selalu membelanyani membuat hampir seisi Mekkah terkejut karena seseorang yang terkenal paling keras menentang dan paling kejam dalam menyiksa para pengikut Nabi Muhammad S.A.W. kemudian memeluk ajaran yang sangat dibencinya tersebut, akibatnya Umar dikucilkan dari pergaulan Mekkah dan ia menjadi kurang atau tidak dihormati lagi oleh para petinggi Quraisy yang selama ini diketahui selalu membelanya.
          Pada tahun 622 M, Umar berhijrah bersama Rasullullah ke Yastrib (Madinah). Dan Mengikuti Perang Badar, Uhud, Khaibar dan Penyerangan ke Syiria. Pada tahun 625, putrinya (Hafsah) menikah dengan Nabi Nabi Muhammad S.A.W. Ia dianggap sebagai seorang yang paling disegani oleh kaum Muslim pada masa itu.
           Pada saat Rasullullah Wafat, Ia sangat sedih. Bahkan, Ia berani Membunuh siapa saja yg mengatakan Rasullullah Wafat. Abu BAkar Lah yg bisa menenangkan Umar r.a.
          Pada masa Abu Bakar menjabat sebagai khalifah, Umar merupakan salah satu penasehat kepalanya. Pada perang Riddhah Ia mengusulkan Pengumpulan Al Qur'an. Dan Usulan nya di lakukan oleh Abu Bakar, yg di Pimpin Oleh Zaid Bin Tsabit. Setelah meninggalnya Abu Bakar pada tahun 634, Umar ditunjuk untuk menggantikan Abu Bakar sebagai khalifah kedua dalam sejarah Islam.
            Selama pemerintahan Umar, kekuasaan Islam tumbuh dengan sangat pesat. Islam mengambil alih Mesopotamia dan sebagian Persia dari tangan dinasti Sassanid dari Persia (yang mengakhiri masa kekaisaran sassanid) serta mengambil alih Mesir, Palestina, Syria, Afrika Utara dan Armenia dari kekaisaran Romawi (Byzantium). Saat itu ada dua negara adi daya yaitu Persia dan Romawi. Namun keduanya telah ditaklukkan oleh kekhalifahan Islam dibawah pimpinan Umar.
Sejarah mencatat banyak pertempuran besar yang menjadi awal penaklukan ini. Pada pertempuran Yarmuk, yang terjadi di dekat Damaskus pada tahun 636, 20 ribu pasukan Islam mengalahkan pasukan Romawi yang mencapai 70 ribu dan mengakhiri kekuasaan Romawi di Asia Kecil bagian selatan. Pasukan Islam lainnya dalam jumlah kecil mendapatkan kemenangan atas pasukan Persia dalam jumlah yang lebih besar pada pertempuran Qadisiyyah (th 636), di dekat sungai Eufrat. Pada pertempuran itu, jenderal pasukan Islam yakni Sa`ad bin Abi Waqqas mengalahkan pasukan Sassanid dan berhasil membunuh jenderal Persia yang terkenal, Rustam Farrukhzad.
         Umar Pergi malam Bersama Aslam, Ia melihat seorang ibu dan anaknya. Anaknya kelaparan dan Umar mendekat. "Ibu Apa yg Ibu masak? dari tadi saya melihat itu tak matang matang." Ujar Umar. Ibu itu membuka tutupnya. Dan isinya adalah batu. "Demi Allah, semoga Allah menghukum Amirul Mu'minin yg membiarkan kami Kelaparan." Umar segera membawakan Makanan Untuk Ibu itu dan Umar yg memasaknya.
         Setelah itu, Ia pergi dan ia kelelahan ia bersandar di tembok rumah pejual susu. Ia mendengar percakapan penjual susu yg menyampurkannya dengan air. Keesokan Harinya, Umar datang dan menannyakan tentang susu itu. Dan Ia menyuruh putri si penjual Susu itu keluar, dan akan di Jodohkan oleh anaknya Ashim bin Umar.
         Pada tahun 637, setelah pengepungan yang lama terhadap Yerusalem, pasukan Islam akhirnya mengambil alih kota tersebut. Umar diberikan kunci untuk memasuki kota oleh pendeta Sophronius dan diundang untuk salat di dalam gereja (Church of the Holy Sepulchre). Umar memilih untuk salat ditempat lain agar tidak membahayakan gereja tersebut. 55 tahun kemudian, Masjid Umar didirikan ditempat ia salat.
       Umar melakukan banyak reformasi secara administratif dan mengontrol dari dekat kebijakan publik, termasuk membangun sistem administrasi untuk daerah yang baru ditaklukkan. Ia juga memerintahkan diselenggarakannya sensus di seluruh wilayah kekuasaan Islam. Tahun 638, ia memerintahkan untuk memperluas dan merenovasi Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Ia juga memulai proses kodifikasi hukum Islam.
Umar dikenal dari gaya hidupnya yang sederhana, alih-alih mengadopsi gaya hidup dan penampilan para penguasa di zaman itu, ia tetap hidup sangat sederhana.
Pada sekitar tahun ke 17 Hijriah, tahun ke-empat kekhalifahannya, Umar mengeluarkan keputusan bahwa penanggalan Islam hendaknya mulai dihitung saat peristiwa hijrah.
        Umar Wafat Dibunuh oleh Fairus Abu Lu'luah, saat sedang mengimami Shalat subuh di Masjid Nabawi. Peristiwa ini terjadi pada Hari Rabu, 25 Dzulhijjah 23 H/644 M. Ia memilih 6 orang Kandidat Pengganti :
 - Ustman Bin Affan
 - Ali Bin Abi Thalib
 - Saad Bin Abi Waqassh
 - Abdurrahman Bin Auf

 - Zubair Bin Awwam
 - Thalhah Bin Ubaidillah
       Wasiat - Wasiat Umar :
  1. Bila engkau menemukan cela pada seseorang dan engkau hendak mencacinya, maka cacilah dirimu. Karena celamu lebih banyak darinya.                                                                                                                        
  2. Bila engkau hendak memusuhi seseorang, maka musuhilah perutmu dahulu. Karena tidak ada musuh yang lebih berbahaya terhadapmu selain perut.
  3. Bila engkau hendak memuji seseorang, pujilah Allah. Karena tiada seorang manusia pun lebih banyak dalam memberi kepadamu dan lebih santun lembut kepadamu selain Allah.
  4. Jika engkau ingin meninggalkan sesuatu, maka tinggalkanlah kesenangan dunia. Sebab apabila engkau meninggalkannya, berarti engkau terpuji.
  5. Bila engkau bersiap-siap untuk sesuatu, maka bersiaplah untuk mati. Karena jika engkau tidak bersiap untuk mati, engkau akan menderita, rugi ,dan penuh penyesalan.
  6. Bila engkau ingin menuntut sesuatu, maka tuntutlah akhirat. Karena engkau tidak akan memperolehnya kecuali dengan mencarinya

Jumat, 20 September 2013

Abu Bakar Ash Siddiq r.a [Khalifah yang Lembut Hati]

       Nama lengkapnya adalah Abdullah bin Abi Qufafah At Tamimi. Beliau adalah ayah dari Aisyah r.a. Rasullullah S.A.W memberi gelarnya Ash Siddiq  (artinya 'yang berkata benar') setelah Abu Bakar membenarkan peristiwa Isra Mi'raj yang diceritakan oleh Muhammad kepada para pengikutnya, sehingga ia lebih dikenal dengan nama "Abu Bakar ash-Shiddiq".
      Abu Bakar Tidak pernah membiarkan ada seorang pun yg menyakiti hati Rasullullah. Ialah laki - laki yg dicintai Rasullullah. Sewaktu Rasul sakit ia di percaya menjadi imam shalat.
      Pada masa kekhalifahannya. Abu Bakar Mengirim beberapa pasukan untuk memerangi orang - orang yg enggan membayar zakat dan nabi - nabi palsu.
       Pada saat Rasullullah wafat, Umar r.a berani membunuh orang yang mengatakan Rasul wafat. Saat itu lah ia menenangkan hati para sahabat. "Dan Muhammad tidak lain hanya seorang rasul, telah berlalu sebelumnya beberapa Rasul. Apa jika ia wafat atau dibunuhkalian akan berbalik kebelakang(murtad)? Barang siapa yg berbalik maka ia tidk dapat mendatang kan mudarat kepada Allah sedikit pun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang yg bersyukur (Ali Imran : 144). 
         Kepergian Nabi menyisakan kepedihan yg sangat mendalam. Pertanyaan muncul dari kaum Muslim. "Siapa yg berhak mengganti posisi Rasullullah?" Pada saat itu, Umar, Abu Bakkar dan Abu Ubaidah Al Jarrah datang ke perkumpulan Kaum Anshar.
        Umar bertanya "siapa dia?"
        "Saad Bin Ubadah"
        "Apa yg ia Lakukan?"
        "Kita lihat saja, apa yg terjadi."
        Kaum Anshar ingin pemimpinya Saad bin Ubadah.  "Kebaikan yg kalian sebutkan tentang Anshar sama sekali tidak salah. Namun ketahuilah, kekhalifahan paling layak di pegang oleh keturunan Quraisy dari bangsa arab dan keluarga. Maka berbaiatlah kepada diantara mereka berdua." Ujar Abu Bakar, Dan menyodorkan tangan Umar dan Abu Ubaidah.
             Umar menanggapinya "Sungguh aku menyukai ucapan Abu Bakar kecuali bagian diriku. Demi Allah, seandainya saat ini aku dibunuh dan mati, itu lebih di sukai dibanding harus memimpin suatu kaum yg didalamnya ada Abu Bakar."
     Anshar menyetujuinya dan saat itu Umar r.a berkata "Bentangkan tanganmu, wahai Abu Bakar."  Dan dibaiatlah tanpa ragu oleh para kaum Anshar. Abu Bakar Al Shiddiq.
     Segera setelah suksesi Abu Bakar, beberapa masalah yang mengancam persatuan dan stabilitas komunitas dan negara Islam saat itu muncul. Beberapa suku Arab yang berasal dari Hijaz dan Nejed membangkang kepada khalifah baru dan sistem yang ada. Beberapa di antaranya menolak membayar Zakat walaupun tidak menolak agama Islam secara utuh. Beberapa yang lain kembali memeluk agama dan tradisi lamanya yakni penyembahan berhala. Suku-suku tersebut mengklaim bahwa hanya memiliki komitmen dengan Nabi Muhammad dan dengan kematiannya komitmennya tidak berlaku lagi. Berdasarkan hal ini Abu Bakar menyatakan perang terhadap mereka yang dikenal dengan nama Perang Riddha. Dalam perang Riddha peperangan terbesar adalah memerangi "Ibnu Habib al-Hanafi" yang lebih dikenal dengan nama Musailamah Al Kadzdzab (Musailamah si pembohong), yang mengklaim dirinya sebagai nabi baru menggantikan Nabi Muhammad. Pasukan Musailamah kemudian dikalahkan pada pertempuran Akraba oleh Khalid Bin Walid. Sedangkan Musailamah sendiri terbunuh di tangan Al Wahsyi, seorang mantan budak yang dibebaskan oleh Hindun istri Abu Sufyan karena telah berhasil membunuh Hamzah Bin Abdul Muthalib, Singa Allah dalam Perang Uhud. Al Wahsyi kemudian bertaubat dan memeluk Islam serta mengakui kesalahannya atas pembunuhan terhadap Hamzah. Al Wahsyi pernah berkata, "Dahulu aku membunuh seorang yang sangat dicintai Rasulullah (Hamzah) dan kini aku telah membunuh orang yang sangat dibenci rasulullah (yaitu nabi palsu Musailamah al-Kazab)."
      Abu Bakar juga berperan dalam pelestarian teks-teks tertulis Al Quran. Dikatakan bahwa setelah kemenangan yang sangat sulit saat melawan Musailamah al-kadzab dalam perang Riddah, banyak para penghafal Al Qur'an yang ikut tewas dalam pertempuran. Umar lantas meminta Abu Bakar untuk mengumpulkan koleksi dari Al Qur'an. oleh sebuah tim yang diketuai oleh sahabat zaid bin Tsabit, mulailah dikumpulkan lembaran-lembaran al-Qur'an dari para penghafal al-Qur'an dan tulisan-tulisan yang terdapat pada media tulis seperti tulang, kulit dan lain sebagainya,setelah lengkap penulisan ini maka kemudian disimpan oleh Abu Bakar. setelah Abu Bakar meninggal maka disimpan oleh Umar bin Khaththab dan kemudian disimpan oleh Hafsah, anak dari Umar dan juga istri dari Nabi Muhammad. Kemudian pada masa pemerintahan Utsman Bin Affan koleksi ini menjadi dasar penulisan teks al-Qur'an yang dikenal saat ini.
      Abu Bakar meninggal pada tanggal 23 Agustus 634 di Madinah karena sakit yang dideritanya pada usia 61 tahun. Abu Bakar dimakamkan di rumah putrinya Aisyah di dekat Masjid Nabawi, di samping makam Nabi Muhammad SAW.